Dua Kalkulator Kehamilan Puisi Lucu & Romantis Kalimat/Ungkapan Indah Ucapan Selamat Malam Romantis Kata-2 GalauKoleksi Kata-Kata Gombal Mukio
Download Ringtone Lucu Gokil
Curhat Cewek Tentang Cowok
Punya Pacar vs LDR vs Jomblo
Alat Membuat Tulisan Gaul Alay
Alat Membuat Tulisan Terbalik
Daftar Semua Kategori:X
X
Ramalan Zodiak Hari Ini Kata Mutiara Cinta Kompilasi Lagu Nostalgia Cara Download Video Youtube Status Facebook LucuKumpulan SMS Cinta Romantis

Di Bawah Lindungan Kabah Karya HAMKA, Download Ebook Di Bawah Lindungan Ka’bah termasuk novel yang terkenal karya Buya HAMKA (Haji Abdul Malik Karim Amrullah), pengarang legendaris yang tidak hanya mampu mengarang karya roman namun adalah ulama luar biasa dan seorang Doktor Honoris Causa. Novel ini akan membuat kita mengalirkan air mata, :(( luar biasa, namun justru karena kemampuannya membawa kita seolah-olah ada dalam cerita tersbut, maka novel ini menjadi berkualitas. Namun tentu gaya bahasanya menggunakan bahasa Indonesia tahun-tahun lama.

Nah langsung saja kita ikuti cerita sinopsisnya dari novel Di Bawah Lindungan Ka’bah.

Hamid meninggalkan kampungnya menuju Siantar, Medan. Kepergiannya kali ini bukan lagi untuk menuntut ilmu, seperti yang dia lakukan beberapa tahun yang lalu. Hamid, ibarat orang sudah “jatuh tertimpa tangga pula”. Setelah Haji Jafar, orang yang selama ini banyak menolongnya, berpulang, tak lama kemudian ibu kandung yang dicintainya menyusul pula ke alam baka.

Ayahnya telah meninggal ketika ia berusia empat tahun. Dalam kemalangannya itu, mamak Asiah dan anaknya, Zainab, tetap menganggapnya sebagai keluarga sendiri. Oleh karena itu, Mak Asiah begitu yakin terhadap Hamid untuk dapat membujuk Zainab agar mau dikawinkan dengan saudara dari pihak mendiang suaminya. Dengan berat hati, Hamid mengutarakan maksud itu walaupun yang sebenarnya, ia sangat mencintai Zainab. Namun, karena Zainab anak orang kaya di kampung itu, ia tak berani mengutarakan rasa cintanya itu.

Setibanya di Medan, Hamid sempat menulis surat kepada Zainab. Isi surat itu mengandung arti yang sangat dalam tentang perasaan hatinya. Namun, apa mau dikata, ibarat bumi dengan langit, rasanya tidak mungkin keduanya dapat bersatu. Meninggalkan kampung halamannya berikut orang yang dicintainya adalah salah satu jalan terbaik. Begitu menurut pikiran Hamid.

Dari Medan, Hamid meneruskan perjalanan ke Singapura dan akhirnya sampailah ia di tanah suci, Mekah. Di Mekah ia tinggal pada seorang Syekh, yang pekerjaannya menyewakan tempat bagi orang-orang yang akan menunaikan ibadah haji. Telah setahun Hamid tinggal di kota suci itu. Pada musim Haji, banyaklah orang datang dari berbagai penjuru. Tanpa diduganya, teman sekampungnya, menyewa pula tempat Syekh itu. Orang yang baru datang itu bernama Saleh, suami Rosna, yang hendak menuntut ilmu agama di Mesir setelah ibadah haji selesai.

Dari pertemuan yang tak disangka-sangka itu, ternyata banyak sekali berita dari kampung halaman terutama berita tentang Zainab yang sejak ditinggalkan Hamid dan tidak jadi dikawinkan dengan saudara ayahnya itu, kini sedang dalam keadaan sakit-sakitan. Hamid sangat senang hatinya mendengar kabar itu, tetapi ia harus menyelesaikan ibadah hajinya yang tinggal beberapa hari. la bermaksud segera pulang ke kampung. Sementara itu Saleh, teman Hamid, segera mengirim surat kepada istrinya. Surat Saleh diterima istrinya yang segera pula memberitahukannya kepada Zainab.

Alangkah senang hati Zainab mengetahui bahwa orang yang dicintainya ternyata masih ada. Namun, penyakit yang diderita Zainab makin hari makin parah. Dengan segala kekuatan tenaganya ia menulis surat untuk orang yang dikasihinya Surat yang dikirim Zainab diterima Hamid. Namun, rupanya isi surat itu sangat mempengaruhinya. Dua hari setelah itu, bersamaan dengan keberangkatan para jemaah haji ke Arafah guna mengerjakan wukuf, kesehatan Hamid terganggu. Walaupun demikian, Hamid tetap menjalankan perintah suci itu.

Sekembalinya Hamid dari Arafah, suhu badannya semakin tinggi. Apalagi di Arafah, udaranya sangat panas. Hamid tak mau menyentuh makanan sehingga hadannya menjadi lemah. Pada saat yang sama, surat dari Rosna diterima Saleh yang menerangkan bahwa Zainab telah wafat. Kendati Hamid dalam keadaan lemah, ia mengetahui hahwa ada surat dari kampungnya. Firasatnya begitu kuat pada berita surat yang disembunyikan Saleh. Hamid menanyakan isi surat itu. Dengan berat hati Saleh menerangkan musibah kematian Zainab. “O, jadi Zainab telah dahulu dari kita?” tanyanya pula.

Ebook Di Bawah Lindungan Ka’bah

Pilih salah satu saja dari link-link berikut:
Link Download
Link Download - MIRROR 1
Link Download - MIRROR 2

Ketika akan berangkat ke Mina, Hamid tak sadarkan diri. Temannya, Saleh, terpaksa mengupah orang Badui untuk membawa Hamid ke Mina. Dari situ mereka menuju Masjidil Haram kemudian mengelilingi Ka’bah sehanyak tujuh kali. Tepat di antara pintu Ka’bah dengan Batu Hitam, kedua orang Badui itu diminta berhenti. Hamid mengulurkan tangannya, memegang kiswah sambil memanjatkan dua yang panjang: “Ya Rabbi, Ya Tuhanku, Yang Maha Pengasih dan Penyayang!” Semakin lama suara Hamid semakin terdengar pelan. Sesaat kemudian, Hamid menutup matanya untuk selama-lamanya.

Komentar FacebookSembunyikanSelalu TampilkanJangan Pernah TampilkanStatus:
 

8 komentar terhadap "Di Bawah Lindungan Kabah Karya HAMKA, Download Ebook"

  1. ziddu memang menyebalkan

    BalasHapus
  2. susah download ebookx, ber-belit-belit

    BalasHapus
  3. knp setiap kali aku download ebook dsini pasti ga bs d bk? emng gmn sih caranya biar ebook2 yg aku download bs d bc?.
    thANks

    BalasHapus
  4. sayang ya tidak bisa didownload. tapi sinopsis juga masih cukup untuk tugas saya ;)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sudah diupdate bos, diberi 3 alternative, tapi kalau nanti kehapus semua juga yaa, nasib deh... :D

      Hapus

Links
About | Contact Us | Info Iklan | Privacy Statement | Disclaimer | Link to Us | Help | Whois | Ping  Sitemap
Copyright © 2009  Warung Bebas. Hosted on Blogger.Com Top
Warung Bebas